Daftar Obat Hipertensi yang Biasa Diresepkan Dokter

Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat diatasi dengan mengkonsumsi beberapa obat hipertensi yang dijual di pasaran. Namun, sebelum itu, tentunya dokter akan menyarankan untuk merubah pola hidup terlebih dahulu.

Modifikasi pola hidup yang dibutuhkan untuk turunkan tekanan darah ialah:

  • Olahraga dengan teratur, minimum 30 menit olahraga dengan intensif sedang tiap hari
  • Kurangi mengonsumsi garam sampai tidak kurang dari 6 gr atau 1 sendok teh tiap hari
  • Menghindarkan mengonsumsi makanan berlemak serta perbanyak mengonsumsi buah dan sayur
  • Beristirahat atau tidur minimal sepanjang 6 jam tiap malam serta coba untuk mengatur tingkat depresi Anda
  • Kurangi berat tubuh sampai sampai berat tubuh baik, pakai penghitungan indeks massabadan untuk memprediksi berat tubuh yang baik sesuai dengan tinggi badan.
  • Jauhi mengonsumsi alkohol serta kurangi mengonsumsi cafein yang ada dalam kopi, teh dan minuman mudah.
  • Berhenti merokok

Image result for obat hipertensi

Beberapa Obat Hipertensi yang Biasa Diresepkan

Jika modifikasi pola hidup gagal turunkan tekanan darah, dokter akan memberi resep obat-obatan yang dapat mengatur tekanan darah. Umumnya salah satunya atau gabungan dari tipe obat di bawah ini:

Diuretik
Obat ini kerja keluarkan kelebihan air serta garam dari badan hingga cairan yang mengalir di pembuluh darah jadi menyusut. Efeknya, desakan pada dinding pembuluh darah akan menyusut. Contoh obat berbentuk furosemide, hydrochlorothiazide serta indapamide

Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors
Obat ini menolong pembuluh darah agar santai dengan menahan pembentukan angiotensin, senyawa kimia di badan yang membuat pembuluh darah menyempit. Obat ACE inhibitors yang seringkali diresepkan ialah enalapril, lisinopril serta ramipril.

Calcium channel blockers
Seperti namanya, obat ini kerja menahan kalsium masuk ke beberapa sel jantung serta arteri hingga arteri jadi santai serta melebar. Contoh obat tipe ini ialah amlodipine, diltiazem, nifedipine serta verapamil.

Beta blockers
Obat ini kerja dengan menghalangi dampak dari hormon epinefrin atau adrenalin, dengan begitu jantung akan berdetak lebih lamban dengan kemampuan yang lebih kecil. Obat beta blockers misalnya metoprolol, nadolol serta atenolol.

Renin inhibitor
Renin ialah senyawa yang dibuat oleh ginjal serta menyebabkan serangkaian proses yang tingkatkan tekanan darah. Obat ini berperan menghalangi produksi renin hingga proses penambahan tekanan darah tidak berlangsung.

Alpha blockers
Obat ini menahan hormon norepinefrin mengkontraksikan otot pembuluh darah. Dengan begitu pembuluh darah jadi santai serta lebih lebar. Obat alpha blockers yang seringkali diresepkan ialah doxazosin, prazosin serta terazosin.

Alpha-beta blockers
Langkah kerja obat ini sama dengan beta blockers. Seringkali diresepkan jika keadaan hipertensi beresiko mengakibatkan tidak berhasil jantung.

Central-acting agents
Obat tipe ini menahan pengiriman signal dari otak ke skema saraf untu percepat detak jantung serta mempersemit pembuluh darah. Efeknya jantung jadi tidak kerja begitu keras memompa darah serta tekanan darah alami penurunan.

Vasodilator
Obat ini berperan menahan otot-otot pembuluh darah mengkerut serta menyempit. Hasilnya pembuluh darah jadi santai serta saluran darah lebih lancar hingga jantung tak perlu memompa begitu keras.

Aldosterone antagonist
Obat satu ini seringkali digabungkan dengan obat lain seperti diuretik. Umumnya diresepkan buat pasien hipertensi yang desakan darahnya susah dikendalikan atau pasien hipertensi dengan diabetes atau tidak berhasil jantung.

Kesuksesan obat-obat itu mengatur tekanan darah tinggi dikuasai oleh umur, tipe kelamin, pola hidup, tingkat hipertensi dan keadaan kesehatan pada umumnya. Terkadang satu orang memerlukan eksperimen beberapa macam obat sampai temukan yang pas untuk menangani keadaan hipertensinya.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started